Rabu, 28 Agustus 2019

SOSIALISASI & REMBUK STUNTING 
DIRANGKAIKAN DENGAN MUSDES RKPDes TAHUN ANGGARAN 2020

Sidorukun merupakan salah satu desa yang menjadi kasus stunting yang tinggi di randangan, sehingga diharapkan kepada seluruh masyarakat yang mengikuti sosialisasi penanganan stunting dapat mengikuti dengan baik kegiatan ini. Stunting bukan berarti bahwa pertumbuhan yang kerdil akan tetapi pola fikir kita khususnya dalam bidang dan usaha kebersihanlah yang harus kita robah.  Hal ini disampaikan oleh Ayahanda Desa Sidorukun dalam sambutannya pada pembukaan Sosialisasi dan rembuk Stunting yang dilaksanakan oleh TPID Kecamatan Randangan di desa Sidorukun.


disela-sela sambutannya ayahanda Sidorukun bapak Untung Surapati menegaskan bahwa hasil dari kegiatan ini akan tuangkan dalam RKPDes untuk tahun anggaran 2020, sehingga diharapkan kepada seluruh peserta sosialisasi untuk dapat merumuskan program yang nantinya menjadi program pencegahan stunting di Desa Sidorukun.



Ibu Husna Djaina, SST dari Puskesmas Kecamatan Randangan menerangkan dalam materinya bahwa ada beberapa kondisi/perlakuan sebagai penyebab stunting :


A. Pola Makan

Masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam.

Istilah ''Isi Piringku'' dengan gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam satu porsi makan, setengah piring diisi oleh sayur dan buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani) dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat.

B. Pola Asuh

Stunting juga dipengaruhi aspek perilaku, terutama pada pola asuh yang kurang baik dalam praktek pemberian makan bagi bayi dan Balita.

Dimulai dari edukasi tentang kesehatab reproduksi dan gizi bagi remaja sebagai cikal bakal keluarga, hingga para calon ibu memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin, serta memeriksakan kandungan empat kali selama kehamilan.

Bersalin di fasilitas kesehatan, lakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan berupayalah agar bayi mendapat colostrum air susu ibu (ASI). Berikan hanya ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan.

Setelah itu, ASI boleh dilanjutkan sampai usia 2 tahun, namun berikan juga makanan pendamping ASI. Jangan lupa pantau tumbuh kembangnya dengan membawa buah hati ke Posyandu setiap bulan.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah berikanlah hak anak mendapatkan kekebalan dari penyakit berbahaya melalui imunisasi yang telah dijamin ketersediaan dan keamanannya oleh pemerintah. Masyarakat bisa memanfaatkannya dengan tanpa biaya di Posyandu atau Puskesmas.

C.  Sanitasi dan Akses Air Bersih Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih, mendekatkan anak pada risiko ancaman penyakit infeksi. Untuk itu, perlu membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar sembarangan.

''Pola asuh dan status gizi sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua (seorang ibu) maka, dalam mengatur kesehatan dan gizi di keluarganya. Karena itu, edukasi diperlukan agar dapat mengubah perilaku yang bisa mengarahkan pada peningkatan kesehatan gizi atau ibu dan anaknya'', tutupnya.




Dalam rembuk stunting peserta di bagi menjadi 3 kelompok dengan di pandu langsung oleh Pendamping Desa Pemberdayaan Wawin Wartabone.
ada 3 aspek yang menjadi item dalam rembuk stunting di kelompok yaitu :
1. Kesehatan Ibu dan Anak konseling Gizi Terpadu
2. Perlindungan sosial dan Jambanisasi
3. Pelayanan PAUD
Dasar pelaksanaan rembuk ini yaitu :
a. 30 Ruta yang menjadi sasaran program
b. 1 Ruta yang menjadi rentan stunting
c. 1 Ibu Hami berkondisi RESTI
d. 23 orang anak usia 0 - 23 bulan
e. 14 Ruta tidak mempunyai jamban
f. 4 ibu hamil tidak mempunyai jaminan kesehatan
g. 21 anak umur 0 - 23 bulan belum memiliki jaminan kesehatan
h. 15 anak umur 0 - 23 bulan belum memiliki akte kelahiran
harapannya dari pelaksanaan rembuk stunting ini ada program yang akan dilaksanakan oleh desa dan dituangkan dalam RKPDes tahun anggaran 2020. ujar pendamping desa pemberdayaan ini.


Sosialisasi ini di ikuti kurang 100 orang peserta yang terdiri dari perwakilan tokoh masyarakat : Bidan Desa, KPM, Guru tutor Paud, PPKBD sub PPKBD, BPD Karang taruna, imam desa dan lain-lain.



Minggu, 10 Februari 2019

PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH PERANGKAT DESA SIDORUKUN KEC. RANDANGAN TAHUN 2019











PELAKSANAAN Pengkajian Keadaan Desa ( PKD ) dan PENGGALIAN USULAN DARI TINGKAT DUSUN ( MUSDUS )




Lokasi Musdus HARI PERTAMA  Di Rumahnya Bpk Kepala Dusun MULYOSARI
Senin, 28 Januari 2019
Pukul 19.00 Wita

Dalam Pelaksaan PKD dan Musdus yang Dilaksanakan Oleh TIM Penyusun RPJMDES
serta Turut Hadir yakni dari Unsure Pemerintahan Desa  :

1. Kepala Desa
2. Sekdes Selaku Ketua Tim
3. Kepala Urusan
4. Kepala Seksi
5. Kepala Dusun
6. Perangkat Desa Lainya

serta dari Unsure Badan Permusyawaratan Desa ( BPD )

1. Ketua BPD
2. Wakil Ketua
3. Sekretaris
4. Anggota 4 Orang

Dalam Sambutan Oleh Kepala Desa Sidorukun Bpk. Untung Surapati menyampaikan dalam Kurung Waktu 6 Tahun pada Periode Ke Dua Kepemimpinan Bpk Untung Surapati Mengedepankan Yakni Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Mengurangi Masalah Kemiskinan yaitu Program yang Bergerak di Bidang Pertanian, Berupa Pemberian Bantuan Alat2 Pertanian serta Bahan Pertanian, Karena Sebagaian Besar Masyarakat Desa Sidorukun Adalah PETANI.

tidak itu pula yang disampaikan bahkan Banyak seperti Bidang Pembangunan, Pembinaan Masyarakat Desa

untuk itu Harapan Besar yang disampaikan Oleh Kepala Desa di sela2 Musdus dan PKD diharapkan Kepada Masyarakat Desa Sidorukun Selalu Menjaga Tali Silahturahmi, Aman, dan Rukun




 

Lokasi Musdus HARI KEDUA  Di Rumahnya Bpk Kepala Dusun MEKARSARI Selasa, 29 Januari 2019
Pukul 19.00 Wita

Dalam Pelaksaan PKD dan Musdus yang Dilaksanakan Oleh TIM Penyusun RPJMDES
serta Turut Hadir yakni dari Unsure Pemerintahan Desa  :

1. Kepala Desa
2. Sekdes Selaku Ketua Tim
3. Kepala Urusan
4. Kepala Seksi
5. Kepala Dusun
6. Perangkat Desa Lainya

serta dari Unsure Badan Permusyawaratan Desa ( BPD )

1. Ketua BPD
2. Wakil Ketua
3. Sekretaris
4. Anggota 4 Orang
 




 



Lokasi Musdus HARI KE TIGA  Di Balai BANJAR Dusun KERTABUANA Rabu, 30 Januari 2019
Pukul 19.00 Wita

Dalam Pelaksaan PKD dan Musdus yang Dilaksanakan Oleh TIM Penyusun RPJMDES
serta Turut Hadir yakni dari Unsure Pemerintahan Desa  :

1. Kepala Desa
2. Sekdes Selaku Ketua Tim
3. Kepala Urusan
4. Kepala Seksi
5. Kepala Dusun
6. Perangkat Desa Lainya

serta dari Unsure Badan Permusyawaratan Desa ( BPD )

1. Ketua BPD
2. Wakil Ketua
3. Sekretaris
4. Anggota 4 Orang




Lokasi Musdus HARI KE EMPAT  Di BALAI PEMUDA Dusun MALOTOINUTO Kamis, 31 Januari 2019
Pukul 19.00 Wita

Dalam Pelaksaan PKD dan Musdus yang Dilaksanakan Oleh TIM Penyusun RPJMDES
serta Turut Hadir yakni dari Unsure Pemerintahan Desa  :

1. Kepala Desa
2. Sekdes Selaku Ketua Tim
3. Kepala Urusan
4. Kepala Seksi
5. Kepala Dusun
6. Perangkat Desa Lainya

serta dari Unsure Badan Permusyawaratan Desa ( BPD )

1. Ketua BPD
2. Wakil Ketua
3. Sekretaris
4. Anggota 4 Orang

REMBUG STUNTING DESA SIDORUKUN

Rembuk Stunting adalah sebuah forum diskusi atau musyawarah yang dilakukan di tingkat desa atau komunitas untuk membahas permasalahan stunti...